Penguatan Sosialisasi dan Penyuluhan Desa Bersinar sebagai Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Sarirejo, Kendal — Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar dilaksanakan pada Senin (29/12/25), bertempat di Balai Kemasyarakatan Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) yang telah didampingi sejak tahun 2022.

Pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, memperkuat ketahanan keluarga, serta mendorong peran aktif seluruh elemen desa dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar dihadiri oleh Sekretaris Desa Sarirejo, Sutrisno; perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Abdul Qohar; Ketua Badan Permusyawaratan Desa beserta anggota; perangkat desa; perwakilan Gerakan Pemuda Ansor Sarirejo, Meilanto Romadhon; unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas; serta perwakilan PKK Desa Sarirejo. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya Desa Sarirejo yang bersih dari narkoba.

Dalam sambutannya, Sekretaris Desa Sarirejo, Sutrisno, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran warga untuk saling mengingatkan dan mengawasi lingkungan sekitar.

“Pengetahuan ini bisa panjenengan pahami dan ditularkan (disebarkan) kepada yang lain, agar kita semua waspada dan saling mengawasi. Dengan begitu, Sarirejo bersih dari narkoba bisa terwujud,” ujarnya.

Materi dalam sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar juga disampaikan oleh Sapto Nugroho, S.Sn., selaku Narasumber dari BNNK Kendal, Beliau menekankan pentingnya peran pemuda dan remaja dalam upaya P4GN di lingkungan masing-masing. Menurutnya, pemuda merupakan garda terdepan dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan produktif, sekaligus menjadi agen perubahan dalam menolak penyalahgunaan narkoba.

Lebih lanjut, dalam sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar, disampaikan bahwa keberhasilan Desa Sarirejo sebagai Desa Bersinar diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain. Beliau turut menekankan bahwa tidak ada kerugian bagi desa untuk mengalokasikan anggaran, berapa pun jumlahnya, demi kepentingan dan keselamatan masyarakat. Investasi dalam program pencegahan narkoba dinilai jauh lebih bermanfaat dibandingkan dampak sosial yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba.

“Keberlanjutan Sarirejo ini (bisa) ditiru desa-desa lain, tidak ada ruginya desa menganggarkan berapa pun angkanya untuk masyarakatnya,” ungkapnya.

Pada sesi berikutnya, narasumber juga mengangkat isu maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape yang saat ini mulai banyak digunakan oleh remaja. Dalam sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar disampaikan bahwa di beberapa negara, produk sejenis vape telah dilarang karena dampaknya yang membahayakan kesehatan. Di Indonesia, vape memang masih tergolong tren baru dan kerap dianggap lebih sehat, padahal pada kenyataannya justru berpotensi lebih berbahaya, terlebih jika liquid vape dicampur zat kanabinoid1 dengan efek menyerupai ganja.

Pemerintah, melalui berbagai kebijakan ke depan, akan memberikan perhatian lebih besar terhadap anak-anak dan remaja. Dalam sosialisasi dan kebijakan lima tahun ke depan difokuskan pada upaya penyelamatan generasi muda dari ancaman narkoba. Salah satu langkah strategisnya adalah pengenalan kurikulum anti narkoba sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga SMA, melalui program ANANDA BERSINAR, dengan menanamkan pembiasaan hidup sehat sejak anak-anak.

Sementara itu, melanjutkan materi yang disampaikan Sapto Nugroho, S.Sn., dalam hal ini, Asep Suhendri, S.Psi., menyampaikan bahwa akar permasalahan penyalahgunaan narkoba sering kali bermula dari lingkungan keluarga. Komunikasi yang kurang efektif antara orang tua dan anak dapat menjadi celah munculnya berbagai masalah, termasuk penyalahgunaan zat adiktif. Dalam konteks sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar, keluarga dipandang sebagai benteng pertama dalam pencegahan narkoba.

“Hubungan emosional yang kuat antara anak dan orang tua menjadi modal utama dalam membangun ketahanan keluarga terhadap ancaman narkoba,” tuturnya.

Melalui sosialisasi dan penyuluhan Desa Bersinar ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat Desa Sarirejo semakin memiliki kesadaran, pengetahuan, dan kepedulian dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan bersih dari narkoba, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengembangkan program Desa Bersinar secara berkelanjutan.

 

senyawa kimia yang bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan efek psikoaktif. Beberapa zat kanabinoid sintetis diketahui memiliki potensi adiktif dan berisiko bagi kesehatan apabila disalahgunakan.

Cuaca